Kamis, 06 September 2012

Contoh Laporan Observasi


LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN
PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS AWAL
SD NEGERI  20 Berok Gunung Pangilun






OLEH :
OKI DIKA GURA
1010013411134



Dosen Pembimbing :  Dra.Zulfa Amrina,Mpd




JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BUNG HATTA
PADANG
2011

KATA PENGANTAR


Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat-Nya saya diberi kesempatan untuk melakukan observasi di SDN 20 GUNUNG PANGILUN. Dalam laporan observasi ini saya menyampaikan tentang bagaimana Pembelajaran Matematika Kelas Awal di SDN 20 GUNUNG PANGILUN.
Ucapan terimakasih saya ucapkan kepada bapak/dosen yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada saya untuk melakukan observasi ini. Ucapan terimakasih juga Saya ucapkan kepada pihak Fakultas, Jurusan, Dosen Pembimbing, Kepala sekolah dan Guru-guru SDN 20 GUNUNG PANGILUN. Dimana telah memberikan izin kepada saya untuk melakukan observasi. Saya berharap laporan ini bisa menjadi pedoman saya sebagai calon pendidik di Sekolah Dasar, disamping itu menjadi bahan acuan penilaian untuk mata kuliah Pembelajaran Matematika Kelas Lanjut.
            Penulis sadar dalam pemuatan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saya mohon kritik dan saran dari pembaca dan dosen pembimbing mata kuliah. Kritik dan saran tersebut sebagai bahan penyempurnaan bagi saya dalam membuat laporan untuk mata kuliah yang lain.


Padang,     Desember 2011


                                Penulis





i

LEMBARAN  PENGESAHAN




Laporan ini disampaikan
Untuk mengetahui keselarasan pelaksanaan
PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS AWAL
di Perguruan Tinggi
Dengan kondisi riil di Sekolah Dasar ( SD)
Program Pengenalan Lapangan (PPL)
Jurusan PGSD FKIP- Universitas Bung Hatta Padang
Semester III,Desember 2011





Diperiksa dan disahkan oleh
Dosen Pembina Mata Kuliah




Dra.Zulfa Amrina,Mpd



ii


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................ i

HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ ii

DAFTAR ISI............................................................................................................             iii
.......................
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................         
1.2 Tujuan melakukan observasi kelas....................................................         
1.3  Manfaat melakukan observasi ........................................................         

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hasil observasi ..........................................................................................            
        
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................

LAMPIRAN
1.      Surat keterangan melakukan Observasi dari Kepala Sekolah
2 .  RPP dan SILABUS
                                                   






                                               
                                                    iii
BAB I  
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Lulusan S-1 PGSD FKIP, Universitas Bung Hatta diharapkan memiliki empat kemampuan dasar yaitu :
1.      Pengenalan peserta didik
2.      Penguasan bidang studi
3.      Pembelajaran yang mendidik
4.      Pengembangan keprofesionalan

Kemampuan pengenalan peserta didik diarahkan untuk mencapai kompentensi  pemahaman terhadap seluk beluk kondisi awal peserta didik sebagai individu yang termasuk kesulitan  yang dihadapi siswa sesuai dngan konteks sosial  kultural dalam lingkungan masyarakat yang majemuk.
Untuk mencapai kemampuan penguasan bidang studi, diarahkan kepada penguasan substansi kurikuler (pedagogical content knowlege) lima bidang studi diantaranya Matematika  yang mencakup pemilihan, penataan, pengemasan dan representasi materi bidang ilmu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
 Sementara itu, untuk mencapai kemampuan pembelajaran yang mendidik diarahkan kepada pengelolaan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik, sebagai rujukan awal serta pembentukan manusia masa depan sebagai rujukan jangka panjang yang bermuara pada pembentukan belajar mandiri dalam konteks kepribadian yang utuh.
Sedangkan kemampuan pengembangan keprofesionalan diarahkan untuk mencapai kecenderungan untuk melaksanakan kemasalahan peserta didik dalam setiap keputusan dan tindakan, berprakarsa dan tanggung jawab memutakhirkan kemampuan secara mandiri sebagai pekerja profesional maupun pribadi. Untuk mencapai keempat kemampuan tersebut diatas, dipandang pula untuk melaksanakan program pengalaman lapangan (PPL) yang diawali dari semester III sampai semester V. Hal ini akan dilaksanakan dengan cara mengintegrasikan kegiatan PPL pada mata kuliah yang berkaitan melalui observasi langsung kesekolah dasar.

1.2   Tujuan Melakukan Observasi Kelas

Tujuan penulisan laporan secara umum adalah sebagai penunjang dan melengkapi persyaratan tugas akhir semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 untuk mata kuliah PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS AWAL di Perguruan Tinggi.
Sedangkan tujuan khusus pembuatan laporan ini adalah :
1.      Agar mahasiswa dapat memahami keselarasan pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kondisi riil di SD.
2.      Membekali mahasiswa dengan pengetahuan serta pengenalan pelaksanaan pembelajaran di SD.
3.      Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan di sekolah dasar tersebut.


1.3   Manfaat Melakukan Observasi Kelas

Dengan observasi yang saya laksanakan di SDN 20 GUNUNG PANGILUN. Saya bisa memahami dan mengetahui kondisi nyata di lapangan, bagaimana menjalin hubungan baik dengan pihak Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan perangkat Sekolah lainnya. Penulis dapat belajar cara berinteraksi antara seorang guru dengan siswa dan dapat melihat metode apa yang diberikan guru kepada siswa tersebut.










BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Hasil Observasi Kelas

1 . Guru Membuka Pembelajaran ( kegiatan awal)

-       Ketika  guru memasuki Kelas murid-murid duduk dengan rapi ditempat duudk masing-masing.
-       Bu guru itu memberikan senyuman kepada murid-murid dan mengucapkan “selamat pagi anak-anak ibu”.
-       Kemudian Berdo’a yang di pimpin oleh ketua kelasnya
-       Guru mempersiapkan kesiapan ruangan atau mengkondisikan kelas.
-       Guru mengabsen murid-murid satu persatu ,dan murid kelas 3 tersebut hadir semua.
-       Guru menyiapkan alat tulis pembelajaran seperti spidol,buku paket kelas 3 dll
-       Menyebutkan tema pelajaran
-       Menyampaikan tujuan yang akan dicapai

2.Guru Menyampaikan Pembelajaran (kegiatan inti )

-        menginformasikan materi pelajaran yang akan dipelajari
-       Guru menempel media pembelajaran
-       Guru bersama siswa bertanya jawab mengenai arti rambu-rambu lalu lintas
-       Guru meminta siswa untuk mengulangi pengertian kelurahan atau desa
-       Tanya jawa mengenai km,m,dm dan cm
-       Melalui media gambar siswa mampu menunjukan gambar rambu-rambu lalu lintas
-       Melalui penjelasan guru,siswa mampu bertanya mengenai rambu-rambu lalu lintas
-       Melalui Tanya jawab siswa mampu mengenal pengertian dari kelurahan atau desa
-       Melalui media gambar siswa mampu mengelompokan rambu-rambu lalu lintas

3.kegiatan penutup
-     Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran
-      Tanya jawab dengan siswa mengenai materi pelajaran
-      Guru memastikan semua siswa mengerti dengan materi yang telah d pelajari
-     Guru dan siswa mengahiri pelajaran dengan mengucapkan”alhamdullilah”

4.Interaksi Guru-Siswa

-       Siswa sangat aktif pada saat bu guru bertanya tentang  materi
-       Interaksi guru, siswa, dan media banyak terjadi karena  materi yang di ajarkan membutuhkan banyak pertanyan dan menggunakan media

5.Interaksi Siswa-guru

-       Interaksi siswa dan guru begitu dekat dan akrab sehingga timbul keinginatauan siswa tentang pelajaran dan guru terbuka memberikan penejlasan kepada muridnya.

-       Partisipasi siswa dalam pembelajaran sangat terlihat seperti siswa bergantian untuk menjawab pertanyaan guru dengan cara menunjuk tangan.

-       Dengan demikian siswa didalam kelas sangat merespon apa yang disampaikan guru sehingga guru sangat mudah dalam mengajar .

-       Tidak ada siswa yang takut bertanya ataupun malu-malu

-       Respon murid-murid dengna Tanya jawab yang bu guru berikan begitu bagus sehingga murid-murid aktif.

-       Siswa yang tidak tahu tentang pelajaran  itu,tidak malu-malu untuk menanyakan kepada guru .


6. Penataan Siswa-Siswa di Kelas
- Jumlah siswa 20 orang.
- Laki-laki sebanyak 8 orang dan perempuan sebanyak 12 orang.
- Murid-murid duduk secara rapi, yang laki-laki duduk dengan laki-laki,begitu juga dengan yang perempuan

7.Alat Peraga/Media
gambar rambu-rambu lalu lintas

8.Wawancara

-     Hal-hal yang dilakukan dalam menyiapkan pembelajaran :
·         Melihat KTSP.
·         Melihat silabus untuk membuat RPP.
·         Menyiapkan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan berserta kelas dan semester .
·         memahami indikator agar tercapainya tujuan pembelajaran.

-       Menyusun strategi pembelajaran :
·         Media dan metode disesuaikan dengan materi.
·         Metode yang digunakan :
Ø  Tanya jawab dan praktek kedepan kelasok

-       Membuat evaluasi :
Dalam pembuatan evaluasi harus sesuai dan berkaitan  dengan indikator agar tercapai tujuan  pembelajaran .






                                                                                                BAB III

     PENUTUP


Kesimpulan

Dalam pembelajaran guru menggunakan alat pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami tentang materi.Dengan diadakan observasi ini,kami banyak mendapatkan pengalaman dan wawasan tentang bagaimana cara pelaksanaan pembelajaran yang ada disekolah tersebut yang berguna bagi kami sebagai calon guru SD untuk pengalaman kami mengajarkan nanti.Kami sebagai observator bisa belajar dari guru-guru yang ada disekolah teersebut.Dalam pembelajaranya banyak pengembangan materi yang sesuai dengan RPP yang telah disusun oleh guru-guru tersebut.



Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial


A.Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial
a. Pendekatan yang bersifat kuratif
Pendekatan ini diadakan mengingat kenyataannya ada seseorang/sejumlah siswa yang tidak mampu menyelesaikan program belajar secara sempurna sesuai dengan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai sasaran pencapaian dapat menggunakan berbagai pendekatan sbb:
Pengulangan
Pelaksanaannya dapat secara :
1) Individual, kalau ternyata yang mengalami kesulitan terbatas.
2) Kelompok, kalau ternyata sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai kesulitan yang sama.
Pengayaan/pengukuhan
Layanan ini dikenakan pada siswa yang kelemahannya ringan dan secara akademik mungkin termasuk berbakat dengan cara pemberian tugas yang dapat dikerjakan di rumah ataupun di kelas.
Percepatan (akselerasi)
Layanan ini ditujukan kepada siswa yang berbakat tetapi menunjukkan kesulitan psikososial (ego emosional) dengan jalan mengadakan akselerasi atau promosi yang lebih tinggi kepada program PBM utama berikutnya. Ada dua kemungkinan pelaksanaannya, yaitu :
1) Promosi penuh status akademinya ke tingkat yang lebih tinggi sebatas kemungkinannya,kalau memang siswa tersebut menunjukkan keunggulan yang menyeluruh dari semua bidang studi yang ditempuhnya dengan luar biasa.
2) Maju berkelanjutan bila siswa tersebut hanya unggul di beberapa bidang studi.
b. Pendekatan yang bersifat preventif
Pendekatan ini ditujukan kepada siswa tertentu yang berdasarkan informasi diprediksikan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu program studi tertentu yang akan ditempuhnya. Oleh karena itu, sasaran pokok dari pendekatan preventif ini adalah berusaha semaksimal mungkin agar hambatan-hambatan yang diprediksi itu dapat direduksi seminimal mungkin sehingga siswa yang bersangkutan diharapkan dapat mencapai prestasi dan kemampuan penyesuaian sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Pendekatan preventif bertolak dari hasil pre-test atau evaluasi reflektif. Atas dasar inilah, maka ada tiga kemungkinan teknik layanan pengajaran yang bersifat remedial, yaitu layanan pengajaran  kelompok yang diorganisasikan secara homogen, layanan pengajaran secara individual, dan layanan pengajaran  dilengkapi kelas khusus.
c. Pendekatan yang bersifat pengembangan
Pendekatan ini merupakan upaya yang dilakukan guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Sasaran pokok dari pendekatan ini adalah agar siswa dapat mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin dialami selama proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan peranan bimbingan dan penyuluhan agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan berhasil.

B.     PRINSIP PENGAJARAN REMEDIAL

Pada dasarnya proses, pelaksaan pengajaran remedial serupa dengan proses belajar-mengajar biasa (reuler). Namun perbedaannya terletak  pada dua prinsip /karakteritis berikut.

1.     Tujuan pembelajaran lebih diarahkan pada peningkatan (improvement) prestasi belajar siswa, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sehingga setidak-tidaknya dapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang dapat diterima (minimum acceptable performance) atau meningkatkan kemampuan penyesuaian kembali (readjustment), baik terhadap dirinya maupun lingkunganya.
2.     Strategi pendekatan (termasuk di dalamnya metode, teknik, materi, progam, bentuk/jenis tugas, dan lain-lainnya) lebih ditekankan pada pnyensuaian keragaman kondisi obyektif yang dapat dipandang sebagai modifikasi dari proses belajar biasa (konvensional-klasikal). Keragaman obyektif yang dimaksud dalam hal ini, seprerti kapasitas umum/khusus, motivasi, minat, aspirasi, pengetahuan, keterampilan dasar/prasaratan, sikap kebiasaan, kematangan/kesiapan, dan sebagainya. Sedangkan yang termasuk dalam modifikasi dalam hal ini antara lain pengulangan, percepatan, pengayatan, dan penggantian/subtitusi.
 C.    Bentuk/ remedial
Dengan memperhatikan pengertian dan prinsip pembelajaran remedial tersebut, maka pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain:
1.Memberikan tambahan penjelasan atau contoh
Peserta didik kadang-kadang mengalami kesulitan memahami penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang disajikan hanya sekali, apalagi kurang ilustrasi dan contoh. Pemberian tambahan ilustrasi, contoh dan bukan contoh untuk pembelajaran konsep misalnya akan membantu pembentukan konsep pada diri peserta didik.
2.Menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya

Penggunaan alternatif berbagai strategi pembelajaran akan memungkinkan
peserta didik dapat mengatasi masalah pembelajaran yang dihadapi,

3.Mengkaji ulang pembelajaran yang lalu.

Penerapan prinsip pengulangan dalam pembelajaran akan membantu peserta didik menangkap pesan pembelajaran. Pengulangan dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan media yang sama atau metode dan media yang berbeda.

4.Menggunakan berbagai jenis media

Penggunaan berbagai jenis media dapat menarik perhatian peserta didik. Perhatian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Semakin memperhatikan, hasil belajar akan lebih baik. Namun peserta didik seringkali mengalami kesulitan untuk memperhatikan atau berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Agar perhatian peserta didik terkonsentrasi pada materi pelajaran perlu digunakan berbagai media untuk mengendalikan perhatian peserta didik.



D.Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching
Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagaimana berikut :
1) Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut, serta cara dan kemungkinan pemecahannya. Berdasarkan penelitian kasus, akan dapat ditentukan siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial teaching.
2) Menentukan tindakan yang harus dilakukan. Dalam langkah ini, dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. Setelah karakteristik ditentukan, maka tindakan pemecahannya harus dipikirkan, yaitu sebagai berikut :
a) Kalau kasusnya ringan, tindakan yang ditentukan adalah memberikan remedial teaching kepada siswa tersebut.
b) Kalau kasusnya tergolong cukup dan berat, maka sebelum diberikan remedial teaching, harus diberikan layanan konseling terlebih dahulu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya.
Berdasarkan karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. Untuk itu, beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan, yaitu :
a) Faktor efektivitas, yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial teaching.
b) Faktor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, biaya, dan waktu yang dipergunakan, namun hasilnya dapat seoptimal mungkin.
c) Faktor kesusilaan dengan jenis masalah, sifat individu, fasilitas, dan kesempatan yang tersedia.
3) Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling.
Tujuan dari layanan khusus bimbingan konseling ini adalah mengusahakan agar siswa yang terbatas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin), sehingga kemudian siap menghadapi kegiatan belajar secara wajar. Bentuk konseling di sini bisa berupa pdikoterapi yang dilakukan oleh psikolog. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan oleh guru sendiri.
4) Langkah pelaksanaan remedial teaching.
Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
5) Melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar siswa.
Dengan diselesaikannya pelaksanaan remedial teaching, maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan yang terjadi dalam diri siswa yang bersangkutan dengan alat tes sumatif.
6) Melakukan re-evaluasi dan re-diagnostik.
Hasil pengukuran yang dilakukan pada langkah ke lima kemudian ditafsirkan dengan membandingkan dengan kriteria proses belajar mengajar yang sesungguhnya. Adapun hasil penafsiran itu dapat terjadi tiga kemungkinan, yaitu sebagai berikut :
a) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
b) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi, namun belum memenuhi kriteria yang diharapkan.
c) Kasus belum menunjukkan perubahan yang berarti dalam hal prestasi.
Sebagai tindak lanjut dari langkah remedial teaching ada tiga kemungkinan :
a) Bagi kasus yang berhasil, maka selanjutnya diteruskan ke program berikutnya.
b) Bagi kasus yang belum berhasil sepenuhnya, diserahkan kepada pembimbing untuk diadakan pengayaan.
c) Bagi kasus yang belum berhasil, perlu didiagnosis lagi untuk mengetahui letak kelemahan remedial teaching untuk selanjutnya diadakan ulangan dengan alternatif yang sama.